Kamis, 24 November 2011

Seni Mendengar

Banyak orang bisa 'berkata', namun sedikit yang mau 'mendengar'. Padahal jika kita mau kembali ke hukum alam, seharusnya kita harus lebih banyak mendengar daripada bicara. Bukankah Tuhan memberi kita dua telinga dan hanya satu mulut? :-)

Begitupun jika kita saksikan pada bayi yang baru lahir. Indra pendengaran lebih dulu berfungsi daripada yang lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih susah daripada berbicara? Meski secara kasat mata mendengar adalah hal yang gampang, namun nyatanya banyak orang yang lebih suka didengarkan daripada mendengarkan.

Mendengarkan merupakan bagian esensi yang menentukan komunikasi efektif. Tanpa kemampuan mendengar yang bagus, biasanya akan muncul banyak masalah. Yang sering terjadi, kita merasa bahwa kitalah yang paling benar. Kita tidak tertarik untuk mendengarkan opini yang berbeda dan hanya tergantung pada cara kita. Selalu merasa benar, paling kompeten, dan tidak pernah melakukan kesalahan. Duh... malaikat kali! :-) Jika kita selalu merasa bahwa diri kita benar, dan cara kitalah yang paling tepat, itu berarti kita tidak pernah mendengarkan. Ide dan opini kita sangat sukar untuk diubah jika fakta tidak mendukung keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta pun kita mungkin hanya akan sekedar meliriknya saja. Mungkin saat ini kita nyaman dengan cara kita, tapi untuk jangka waktu yg panjang, orang-orang akan menolak dan membenci kita. Jika kita mau mulai mendengarkan orang lain, maka suatu saat kita akan menyadari kesalahan kita. Jawaban untuk mengatasi sifat ini adalah mengasah skill mendengar aktif. Mendengar tidak selalu dengan tutup mulut, tapi juga melibatkan partisipasi aktif kita. Mendengar yang baik bukan berharap datangnya giliran berbicara. Mendengar adalah komitmen untuk memahami pembicaraan dan perasaan lawan bicara kita. Ini juga sebagai bentuk penghargaan bahwa apa yang orang lain bicarakan adalah bermanfaat untuk kita. Pada saat yang sama kita juga bisa mengambil manfaat yang maksimal dari pembicaraan tersebut.

Seni mendengar dapat membangun sebuah relationship. Jika kita melakukannya dengan baik, orang-orang akan tertarik dengan kita dan interaksi kita akan semakin harmonis. Berikut teknik mudah yang dapat dipraktekkan

1. Peliharalah kontak mata dengan baik. Ini menunjukkan kepada lawan bicara tentang keterbukaan dan kesungguhan kita

2. Condongkan tubuh ke depan. Ini menunjukkan ketertarikan kita pada topik pembicaraan. Cara ini juga akan mengingatkan kita untuk memiliki sudat pandang yang lain, yaitu tidak hanya fokus pada diri kita.

3. Buat pertanyaan ketika ada hal yang butuh klarifikasi atau ada informasi baru yang perlu kita selidiki dari lawan bicara kita.

4. Buat selingan pembicaraan yang menarik. Hal ini bisa membuat percakapan lebih hidup dan tidak monoton.

5. Cuplik atau ulang beberapa kata yang diucapkan oleh lawan bicara kita. Ini menunjukkan bahwa kita memang mendengarkan dengan baik hingga hapal beberapa cuplikan kata.

6. Buatlah komitmen untuk memahami apa yang ia katakan, meskipun kita tidak suka atau marah. Dari sini kita akan mengetahui nilai-nilai yang diterapkan lawan bicara kita, yang mungkin berbeda dengan nilai yang kita terapkan.

Dengan berusaha untuk memahami, bisa jadi kita akan menemukan sudut pandang, wawasan, persepsi atau kesadaran baru, yang tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya. Seorang pendengar yang baik sebenarnya hampir sama menariknya dengan pembicara yang baik. Jika kita selalu pada pola yang benar untuk jangka waktu tertentu, maka suatu saat kita akan merasakan manfaatnya. Prosesnya mungkin akan terasa lama dan menjemukan, tapi lama-kelamaan akan terasa berharganya upaya yang telah kita lakukan. Kita akan merasa lebih baik atas diri kita, hubungan kita, teman-teman kita, anak-anak kita, maupun pekerjaan.

Kesimpulan: Jadilah pendengar yang baik, karena sifat ini bisa menjadi kunci untuk mengembangkan pikiran yang positif, dan merupakan salah satu tangga
untuk mencapai kesuksesan! :-)

Jumat, 18 November 2011

The First My Sushi

Ini pengalamanku makan shushi untuk yang pertama kalinya. Siang itu aku dan temen sejawatku, baru aja menyelesaikan ujian mid suatu mata kuliah. Tiba-tiba saja terblesit pikiran dengan didorong perut yang keroncongan untuk makan mie. Akhirnya kami putuskan untuk mencari kedai mie ramen-yang saya juga belum tahu dimana letak kedainya sampai berita ini dimuat-. Setelah muter-muter cukup lama di kota Jogjakartya sambil menikmati suasana ramai Jogja di sore hari, kita tetep aja ngga nemuin tuh kedai. Alhasil, kita putus asa deh. Lagi niat mau pulang, eh kita nemuin kedai sushi. Daripada ngga dapet apa-apa, kita putusin buat nyoba tuh makanan Penjajah Negeri Tercinta ini. Dengan pembawaan kepercayaan diri yang terlalu berlebihan, kita masuk ke tuh warung-kalo warung tegal disebut WARTEG berarti kalo warung Sushi kita sebut WARSUS-yang ternyata lumayan imut ukurannya. Warsusnya emang ngga segede warung lain karena di depan warsus itu juga terpampang tulisan ”usaha mahasiswa”. Pertama kali aku ngeliat, hatiku langsung berdoa “Ya Alloh, semoga harganya juga sesuai usaha mahasiswa”. Hehe... Nah, setelah masuk dan duduk, kami diberikan menu makanan. Ya ampun, nama makanan dan minumannya ngga jelas gitu. Ngga ada yang ngerti aku sama nama makanan dan minuman itu..ckck. Dengan pedenya , aku nanya aja ke bakulnya, “mba, ini makanan apa ya?” eh, si bakul malah ketawa trus bilang “baru pertama kalli ya mba?”. Dalem hati aku berkata “ya eyalah, kalo ini udah yang keseratus kali, gue ngga bakal nanya sama loe!” tapi yang keluar dari bibir aku cuma lengkungan tipis di bibir dengan backsound “iya..”. Alhasil sang bakul menjelaskan panjang lebar menu-menu yang tersedia. Tanpa aku mempertimbangkan penjelasan sang bakul, aku sudah menetapkan satu-satunya pertimbanganku yaitu, harga!! Itu yang aku liat di daftar menu.haha... Akhirnya kami memutuskan memesan dua jenis sushi, yang pertama adalah sushi dengan daging di tengah dan dibalut dengan nori (rumput laut kering) lalu yang kedua adalah california roll dengan lapisan telor ikan mentah diatasnya. Sambil menunggu pesanan datang, aku mulai liat-liat barang-barang diatas meja, yang pertama adalah pasta warna ijo yang setelah aku cium, baunya.. heemmm..mgga enak banget. Dan itulah yang sekarang baru aku tau namanya wasabi. Lalu ada juga cairan hitam yang rasanya asin, dan yang terakhir sejenis ramuan rempah-rempah berwarna coklat dengan biji wijen terlihat dimana-mana. Saat pesenan kita dateng, agak slow motion gitu...sang bakul bawain kita sushinya dan sejenis minuman yang namanya sangat cantik..eh ternyata cuma es teh tawar!! Sekali lagi cuma es teh tawar!! Untung aja tuh minuman gratis. Kalo ngga, aku mungkin bakalan nyesel berkepanjangan. Untuk mulai menikmati sushinya, pertama aku ambil satu pasang sumpit. Dan pengumuman saudara-saudara hadirin sekalian, aku tidak bisa menggunakan sumpit! Rasanya bingung banget pas itu. Akhirnya dengan kepedean tingkat tinggi, aku coba aja dulu. Pertama, aku coba pake sumpit, terangkat sedikit dan jatuh lagi. Kedua, aku coba lagi, ngga bisa diambil. Ketiga, aku coba lagi malah sumpitnya sebelah jatoh. Huft, aku putus asa. Akhirnya dengan gesit sekali-gerakan kecil cepat kasat mata-aku gunakan ciptaan sempurna Sang Khaliq yaitu “tangan”.haha Setelah diajarin sedikit-sedikit sama temen aku, akhirnya-walau belum bisa dianggap bisa pake sumpit-bisa membawa tuh potongan sushi sampe ke mulut aku dengan sumpit. Huah....rasanya puas! Tapi efek sampingnya, aku harus buka mulut aku lebar-lebar karena aku Cuma bisa ambil tuh potongan sushi dalam satu kali sumpit. Sedangkan potongan sushinya sih cukup gede.
Untuk potongan sushi dngan daging dan nori, menurutku rasanya emang agak amis tapi perutku ngga protes tuh. Mungkin juga bawaan laut ya-kalo ada yang belum tahu,kampung dimana aku dilahirkan adalah tempat di tepi pantai “cilacap” ^^-. Beda perut, beda respon. Itulah yang dialami temen sejawatku. Dia baru makan satu potong aja, perutnya udah pengen ngluarin lagi tuh potongan sushi. Aku bilang aja ke dia “weteng ndesa ya?!”. Haha lucu banget rasanya ngeliat ekspresi dia waktu itu. Alhasil, semua sisa potongan sushi akulah yang membereskannya. Dan tanpa diduga, disela-sela suara mengunyahku, terdengar juga suara si pemulik perut ndeso “Hei, perutmu itu emang perut kota apa perut tong sampah? Kayaknya semuanya masuk deh”. Huah.......asem banget kan. Itulah pengalaman pertama aku makan sushi. Memalukan sekali bukan?! Buat temen-temen yang belum pernah berkunjung ke kedai sushi atau belum pernah mencicipi rasanya, coba saja karena sushi itu ternyata “lezat”. Dan katanya gizinya juga lengkap-tapi ini katanya loh-. Nah, jangan takut buat ngadepin keadaan kaya tadi, karena aku bikin tips buat kalian yang baru pertama kali makan sushi. Tipsnya terbit setelah postingan ini yah. Oke Gan, selamat menimati.

Rabu, 16 November 2011

15 Ciri Wanita Syurga | iluvislam.com + discover the beauty of islam

15 Ciri Wanita Syurga | iluvislam.com + discover the beauty of islam

Live is Simple

Hidup itu sederetan kata yang memerlukan beberapa SPASI ( ) Kadang juga kita membutuhkan KOMA (,) untuk mengistirahatkan perjalanan kita Seringkali juga muncul TANDA TANYA (?), saat kita kehilangan arah Sesekali kita juga menghadirkan TANDA SERU (!), saat kenyataan tak sesuai dengan apa yang kita harapkan Sadarlah bahwa perjalanan ini membutuhkan PETA + CATATAN yang senantiasa memberikan petunjuk sebagai evaluasi perjalanan kita Yakinlah bahwa TITIK (.) bukanlah akhir dari segalanya, Karena masih banyak kata yang harus diuntai untuk menjadi sebuah
buku kehidupan yang indah.

Kamis, 10 November 2011

Twitter My Site - Get customized buttons for Twitter

Twitter My Site - Get customized buttons for Twitter

Perempuan


Siapa bilang  jadi perempuan itu bahagia?  Harus tutup sana..tutup sini.. Coba lihat lelaki..tak pake baju pun tak ada yang menyalahkan.. Tak ada yang menentang. Coba sekali-kali laki-laki itu disuruh menutup seluruh badannya...pasti menangis darah mereka dibuatnya. Tapi perempuan, di hari panas pun mereka malah tetap sabar. Hebatkan perempuan??

Siapa bilang jadi perempuan bahagia? Setiap bulan harus menanggung sakit nyeri. Coba lihat laki-laki , mungkin setahun sekali baru sakit. Sekali sakit, mereka meraung melupakan dunia. Tapi permpuan?? Hidup berpuluh-puluh tahun merasakan sakit tiap bulan, dan mereka tetap tersenyum menyimpan kesakitan yang dialaminya.

Siapa bilang jadi perempuan bahagia? Hati ini Alloh jadikan lembut dan sangat sensitif. Coba lihat orang putus cinta, siapa yang menangis? Siapa yang paling sulit melupakan? Laki-laki setelah putus cinta, cepat mencari pasangan baru. Sungguh lembut hati perempuan. Tapi dengan hati lembut itu, perempuan bisa membuat takluk laki-laki. Hebatkan perempuan?

Siapa bilang jadi perempuan itu senang? Kalau mau pergi-pergi keluar dihinggapi rasa takut. Karena banyak berita-berita orang kena jambret, culik, perkosaan yang  jadi korbannya adalah perempuan. Laki-laki jam dua pagi masih boleh keluar malam, minun kopi atau sekedar noton bola.

Siapa bilang jadi perempuan bahagia? Disebabkan sulitnya menjadi seorang perempuan inilah, banyak perempuan yang merajuk kepada Alloh SWT, mereka berkata “Alloh tidak adil!”. Mengapa Kau lebihkan laki-laki? Mengapa perempuan harus mematuhi suami? Mengapa surga perempuan terdapat di kaki suami? Betapa sulitnya menjadi perempuan. Orang mengatakan “lebih mudah menjaga sepuluh anak lai-laki dari pada menjaga satu anak permpuan.”

Pikiran negatif inilah, yang membuat banyak diantara  mereka yang berada diluar akhirnya menolak. Mereka lebih memilih mengenakan pakaian yang tidak menutup aurat dengan alasan “laki-laki pun bebas memakai pakaian apapun”. Mereka berani berpelukan dengan laki-laki manapun sebagai lambang kebebasan. Mereka sanggup gadaikan diri mereka karena percaya dengan janji manis kekasih yang busuk hati. Kasihan mereka bukan?? Disebabkan fikiran negatif kepada Alloh, mereka merusak diri mereka sendiri. Persoalannya sekarang, apakah benar Aloh SWT tidak adil kepada perempuan?

Tidak adilkah Alloh pada perempuan? Alloh bukannya tidak adil pada perempuan, melainkan Alloh sangat sayang kepada makhluk indah ini. Betul, surga perempuan ada di telapak kaki suami tetapi ingat kembali, ada dimana surga seorang anak laki-lak jika tidak di telapak kaki ibunya? Betul, seorang istri harus patuh dan taat kepada suami. Tetapi coba ingat kembali, kepada siapa seorang anak harus patuh dan taat bahkan tiga kali lipat daripada patuh kepada ayahnya kalau bukan terhadap ibunya?

Untuk laki-laki, surga istri ada pada kaki suami. Jika paling banyak suami memiliki empat orang istri, maka ada empat orang yang surganya ada di bawah telapak kaki laki-laki. Tetapi bagaimana dengan perempuan? Jika seorang perempuan bisa melahirkan 15 anak lai-laki berarti ada 15 orang yang surganya ada di telapak kaki perempuan. Masya Alloh, hebatnya perempuan itu.

Mengapa perempuan itu hebat? Karena Alloh itu sayang pada perempuan. Karena kasih sayang Allah yang menjadikan diri kita ini hebat. Coba dengarkan lagu-lagu yang sering dikumandangkan di radio. Banyak lagu yang berkaitan dengan perempuan bukan? Jarang kita dengar lagu tentang laki-laki. Sangat sayang Allah SWT pada kita, sampai perempuan sangat dikasihi seperti itu di dunia.

Lihat pula apabila seorang laki-laki berjaya, orang akan berkata “Di balik kejayaan seorang laki-laki terdapat seorang perempuan hebat di belakangnya”. Kita tidak pernah berkata atau mendengar “Di balik kejayaan seorang perempuan terdapat Laki-laki hebat di belakangnya”. Sungguh hebat Allah SWT jadikan perempuan itu. Masih tak adilkah Allah SWT pada perempuan?
Hakikatnya, terlampau adil Allah SWT pada perempuan. Dan dikarenakan sulitnya menjadi seorang perempuan, perempuan mudah jika ingin masuk surga. Berdasarkan suatu haadist :
Apabila seorang perempuan mendirikan sembahyang lima waktu, berpuasa sebulan (Ramadhan), menjaga kehormatan dan taat kepada suami, dia akan disuruh memasuki syurga melalui mana-mana pintu yang dia sukai." (Hadis Riwayat Ahmad)
Tidak adilkah Alloh SWT  pada perempuan? Oh..peremuan  sadarlah! Betapa sayangnya Alloh pada kita. Betapa cintanya Alloh pada kita.
Alloh jadikan perempuan sebagai hiasan dunia. Bayangkan, dunia yang besar ini, dunia yang indah ini, kita yang jadi hiasannya.
“Seindah-indah hiasan dunia adalah wanita sholehah.”
Betapa ruginya, kita sebagai kaum perempuan apabila menolak menjadi hiasan terindah di dunia.

album ipa 1 2011 of smagha

lagi kangen banget sama mereka..aku pandangin fotonya az...





Catatan Merah Jambu

Aku juga ngga tau kenapa, Cuma sekarang lagi pengen nulis tentang ini aja. chekidot...
Menurut kamu, apa sih yang dipikirkan makhluk yang namanya laki-laki sama kita? ini menurut survei aku aja yah....aku tanya ke temen cowoku, dan jawaban dia “cewe itu suka dikibulin, dibo’ongin (aku ngga tau ini bahasa baku apa ngga, dan aku ngga peduli)”. Coba bayangin, terima ngga kita dikatain gitu? Aku sih ngga tau dengan kalian tapi kalo diri aku sendiri jelas-jelas menentang pernyataan itu.
“apa!? Aku ngga percaya sama omongan kamu!” kata aku
“sekarang kamu liat ya, kalo ada cewe lewat trus kita para cowo bilang, waah..kamu cantik banget pagi ini, padahal tuh cewe belom mandi,tetep aja dia seneng.” Kata temenku
“yee..itu mah namanya dipuji, cowo juga bakalan gitu.”ini sanggahanku
Tapi, setelah aku survei ke temen-temen cewe aku, aku menyimpulkan ternyata cewe itu memang suka dikibulin. Contohnya adalah pernyataan salah satu temen cewe aku “kalo aku sih mending dibohongin seumur hidup, ngga tau apa-apa tentang cowoku daripada aku tahu kalo cowoku tuh selingkuh sama cewe lain”. Hei, gila banget ngga sih tuh cewe? Masa mending dikibulin daripada tahu yang sebenarnya. Kalo kata pepatah guys “dibalik kesulitan pasti ada kemudahan”. Mending kita tahu apa yang sebenarnya terjadi, kita sakit tapi habis itu kita belajar buat bangkit, kita belajar buat lebih selektif lagi cari cowo yang bener-bener bisa nempatin kita di hatinya, yang nempatin kita jadi sandaran hidupnya. Siapa tau aja habis kita bisa nerima semua yang terjadi, kita bisa nemuin cowo itu. Iya kan?? Kita juga harus percaya kalo Tuhan bakalan ngasih kita yang terbaik buat kita.
So, Bangun kawan! Buka matamu lebar-lebar! Jangan terpuruk dalam rayuan gombal! Kita harus bisa buktikan, kita bukan jenis manusia kelas dua. Kesalahan makan buah kuldi juga bukan kesalahan Hawa semata, karena Adam juga pengen makan buah itu?! Alloh juga sudah menegaskan ini dalam firmanNya.
Dan karena Alloh sayang sama kita, kita diciptakan dari lengkungan tulang rusuk laki-laki, tidak terlalu kuat sehingga menyamai kodrat laki-laki, tidak juga terlalu lemah hingga jatuh menyembah kaki. Tapi karena ciptaan Tuhan itu sempurna, kita terbit dari tulang rusuk kiri laki-laki, bukan dekat kepala untuk dijunjung, bukan dekat bahu untuk membebani, bukan dekat lengan untuk dipukuli, bukan dekat jari untuk dicubiti, bukan dekat lutut untuk ditindihi, bukan dekat kaki untuk ditendangi tetapi dekat pelusuk hati untuk dimuliakan, disayangi dan dicintai.

Andai lelaki itu burung yang terbang, kita adalah angin lembut yang bersisir-sisiran sepanjang perjalanannya. Tetapi kerana fitrah kejadian Tuhan, wanita itu kebergantungan hidupnya harus diserahkan kepada seorang laki-laki yang sanggup melindungi, maka kita pun tidak selamanya mau menjadi angin semata. Kita juga mau menjadi bunga, yang menghiasi sayapnya. Kita mau terus bersama-sama dengannya, terbang dari rendah perkebunan bunga menuju ke langit terbuka, sampai pada perjalananya yang paling ujung, hingga tua, hingga rapuh dan kemudian mati. Tetapi kita bahagia dalam dakapannya. Semoga kita semua dipertemukan dengan jodoh yang baik..InsyaAllah...