Kamis, 22 September 2011

Goresan Penaku

Inilah goresan pena dari sang akhwat yang mendambakan mujahidnya, yang bisa bersama untuk mencintai Mu Ya Robbi dan mencintai Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam. Yaa……Rabbi…….. Aku berdoa untuk seorang ikhwan yang akan menjadi bagian dari hidupku Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari segala sesuatu. Seorang yang akan meletakkanku pada posisi di hatinya setelah Engkau dan Muhammad shallahu’alaihiwasalam. Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain. Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting. Yang terpenting adalah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau. Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu ada pada pribadinya. Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup. Sehingga hidupnya tidak sia-sia.

Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas. Seseorang yang tidak hanya mencintaiku, tapi juga menghormatiku. Seorang yang tidak hanya memujaku, tetapi juga dapat menasehatiku. Seseorang yang mencintaiku bukan karena fisikku, hartaku atau statusku tapi karena Engkau. Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi. Seseorang yang membuatku merasa sebagai wanita shalehah ketika aku berada di sisinya. Seseorang yang bisa menjadi sang nahkoda kapal. Seseorang yang bisa menjadi penawar. Seseorang yang sabar mengingatkan saat diriku lancang.

Ya..Rabbi…… Aku tak meminta seseorang yang sempurna...hingga dia dapat membuatku sempurna di mataMu. Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya. Seorang yang membutuhkan doaku. Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya. Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya lebih hidup. Aku tidak mengharap dia semulia abu bakar Radhiyallahu, Atau setaqwa umar Radhiyallahu, pun setabah Ustman Radhiyallahu, Ataupun sekaya Abdurrahman bin auf Radhiyallahu, setegar zaid Radhiyallahu Juga segagah Ali Radhiyallahu, apalagi setampan usamah Radhiyallahu. Aku hanya mengharap seorang mujahid akhir zaman, Yang punya cita-cita mengikuti jejak mereka, Membangun keturunan yang sholeh dan sholehah, Membangun peradaban, dan membuat Rasulullah shallahu’alaihiwasalam bangga di akhirat. Karena aku sadar aku bukanlah orang yang semulia Fatimah Radhiyallahuanha, tidak setaqwa Aisyah Radhiyallahuanha ,Pun tidak secantik Zainab Radhiyallahuanha, apalagi sekaya Khodijah Radhiyallahuanha.  Aku hanyalah seorang perempuan akhir zaman yang punya cita dan cinta.

Ya…..Rabbii ……. Aku juga meminta, Jadikanlah ia sandaran bagiku. Buatlah aku menjadi perempuan yang dapat membuatnya bangga. Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sepenuh jiwaku. Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku datang dariMu. Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu berdoa untuknya. Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak kebaikan dalam dirinya. Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana, Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat.

Kokohnya benteng tidak bisa dibangun dalam semalam, namun bisa hancur dalam sedetik. Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap. Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat, namun bisa saja terberai dalam sesaat. Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan Tapi awal sebuah langkah. Karenanya, jadikanlah kelak pernikahan kami sebagai titian untuk belajar kesabaran & ridho-Mu, ya Rabbi Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan: ” Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”. Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat Dan Engkau akan membuat segalanya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan….
Astaghfirullah,
Wallahu’alam bisshowab
Dari akhwat yang membutuhkan ampunan Allah azzawajalla, dan mengharapkan doaku dikabulkanNYA untuk mendapatkan mujahidku.